SUBNETTING PART 2
SUBNETTING
PART 2
·
Pengenalan Subnetting
·
Subnetting Pengalamatan
-
Subnetting Pengalamatan Kelas A
-
Subnetting Pengalamatan Kelas B
-
Subnetting
Pengalamatan Kelas C
Pengenalan Subnetting
Subnetmask adalah istilah teknologi informasi dalam
bahasa inggris yang mengacu kepada angka biner 32 bit yang digunakan untuk
membedakan network ID dengan host ID, menunjukan itak suatu host, apakah berada
di jaringan lokal atau jaringan luar, RFC 950 mendefinisikan pengaturan sebuah
subnet mask yang disebut juga sebagai sebuah address mask sebagai sebuah nilai
32 bit yang digunakan untuk membedakan network identifier dari host identifier
di dalam sebuah alamat IP.
Bit-bit subnet mask yang didefinisikan, adalah sebagai
berikut :
-
Semua bit yang ditunjukan agar digunakan oleh network
identifier diset ke nilai 1.
-
Semua bit yang ditunjukan agar digunakan oleh host
identifier diset ke nilai 0.
Setiap host di dalam sebuah jaringan yang menggunakan
TCP/IP membutuhkan sebuah subnet mask meskipun berada di dalam jaringan dengan satu
segmen saja. Entah itu subnet mask default (yang digunakan ketika memakai
network identifier berbasis kelas ). Ataupun subnet mask yang dikustomisasi
(yang digunakan ketika membuat sebuah subnet atau supernet ) harus
dikofigurasukan di dalam setiap node TCP/IP.
Ada dua metode yang dapat digunakan untuk
merepresentasikan subnet mask, yakni:
-
Notasi Desimal Bertitik
-
Notasi Panjang Prefiks Jaringan
·
Notasi Desimal Bertitik
Sebuah subnet mask biasanya
diekspresikan di dalam notasi tersebut bertitik (dotted decimal notation ),
seperti halnya alamat IP. Setelah semua bit di set sebagai bagian network
identifier dan host identifier, hasil nilai 32 bit tersebut akan dikonversikan
ke notasi Desimal Bertitik.
Contoh :
192.168.1.1 255.255.255.0
·
Notasi Panjang Prefiks Jaringan
Karena bit-bit network identifier harus
selalu dipilih di dalam sebuah jaringan, maka ada sebuah cara digunakan untuk
merepresentasikan sebuah subnet mask dengan menggunakan network bit
mendetifikasikan network identifier sebagai sebuah network perfiks dengan
menggunakan notasi network prefix.
Contoh:
192.168.1.1./24
Berikut tabel subet mask dalam sebuah
notasi desimal bertitk & panjang prefiks jaringan :
|
Kelas Alamat
|
Subnet Mask (Biner)
|
Subnet Mask (Desimal)
|
|
Kelas A
|
11111111.00000000.00000000.00000000
|
255.0.0.0
|
|
Kelas B
|
11111111.11111111.00000000.00000000
|
255.255.0.0
|
|
Kelas C
|
11111111.11111111.11111111.00000000
|
255.255.255.0
|
|
Kelas Alamat
|
Subnet Mask (Biner)
|
Subnet Mask (Prefix Length)
|
|
Kelas A
|
11111111.00000000.00000000.00000000
|
/8
|
|
Kelas
B
|
11111111.11111111.00000000.00000000
|
/16
|
|
Kelas
C
|
11111111.11111111.11111111.00000000
|
/24
|
Berikut Tabel Basis Bilangan Tersebut :
|
Biner
|
Oktal
|
Desimal
|
Heksadesimal
|
|
0000
|
0
|
0
|
0
|
|
0001
|
1
|
1
|
1
|
|
0010
|
2
|
2
|
2
|
|
0011
|
3
|
3
|
3
|
|
0100
|
4
|
4
|
4
|
|
0101
|
5
|
5
|
5
|
|
0110
|
6
|
6
|
6
|
|
0111
|
7
|
7
|
7
|
|
1000
|
|
8
|
8
|
|
1001
|
|
9
|
9
|
|
1010
|
|
10
|
10
|
|
1011
|
|
11
|
11
|
|
1100
|
|
12
|
12
|
|
1101
|
|
13
|
13
|
|
1110
|
|
14
|
14
|
|
1111
|
|
15
|
15
|
No comments :
Post a Comment