Friday, August 19, 2016

SUBNETTING PART 2

  No comments
SUBNETTING PART 2

·        Pengenalan Subnetting
·        Subnetting Pengalamatan
-          Subnetting Pengalamatan Kelas A
-          Subnetting Pengalamatan Kelas B
-          Subnetting  Pengalamatan Kelas C

Pengenalan Subnetting
Subnetmask adalah istilah teknologi informasi dalam bahasa inggris yang mengacu kepada angka biner 32 bit yang digunakan untuk membedakan network ID dengan host ID, menunjukan itak suatu host, apakah berada di jaringan lokal atau jaringan luar, RFC 950 mendefinisikan pengaturan sebuah subnet mask yang disebut juga sebagai sebuah address mask sebagai sebuah nilai 32 bit yang digunakan untuk membedakan network identifier dari host identifier di dalam sebuah alamat IP.

Bit-bit subnet mask yang didefinisikan, adalah sebagai berikut :
-          Semua bit yang ditunjukan agar digunakan oleh network identifier diset ke nilai 1.
-          Semua bit yang ditunjukan agar digunakan oleh host identifier diset ke nilai 0.

Setiap host di dalam sebuah jaringan yang menggunakan TCP/IP membutuhkan sebuah subnet mask meskipun berada di dalam jaringan dengan satu segmen saja. Entah itu subnet mask default (yang digunakan ketika memakai network identifier berbasis kelas ). Ataupun subnet mask yang dikustomisasi (yang digunakan ketika membuat sebuah subnet atau supernet ) harus dikofigurasukan di dalam setiap node TCP/IP.
Ada dua metode yang dapat digunakan untuk merepresentasikan subnet mask, yakni:
-          Notasi Desimal Bertitik
-          Notasi Panjang Prefiks Jaringan


·        Notasi Desimal Bertitik
Sebuah subnet mask biasanya diekspresikan di dalam notasi tersebut bertitik (dotted decimal notation ), seperti halnya alamat IP. Setelah semua bit di set sebagai bagian network identifier dan host identifier, hasil nilai 32 bit tersebut akan dikonversikan ke notasi Desimal Bertitik.
Contoh :
192.168.1.1 255.255.255.0

·        Notasi Panjang Prefiks Jaringan
Karena bit-bit network identifier harus selalu dipilih di dalam sebuah jaringan, maka ada sebuah cara digunakan untuk merepresentasikan sebuah subnet mask dengan menggunakan network bit mendetifikasikan network identifier sebagai sebuah network perfiks dengan menggunakan notasi network prefix.
Contoh:
192.168.1.1./24
Berikut tabel subet mask dalam sebuah notasi desimal bertitk & panjang prefiks jaringan :
Kelas Alamat
Subnet Mask (Biner)
Subnet Mask (Desimal)
Kelas A
11111111.00000000.00000000.00000000
255.0.0.0
Kelas B
11111111.11111111.00000000.00000000
   255.255.0.0
Kelas C
11111111.11111111.11111111.00000000
       255.255.255.0

Kelas Alamat
Subnet Mask (Biner)
Subnet Mask (Prefix Length)
Kelas A
11111111.00000000.00000000.00000000
/8
Kelas B
11111111.11111111.00000000.00000000
/16
Kelas C
11111111.11111111.11111111.00000000
/24

Berikut Tabel Basis Bilangan Tersebut :
Biner
Oktal
Desimal
Heksadesimal
0000
0
0
0
0001
1
1
1
0010
2
2
2
0011
3
3
3
0100
4
4
4
0101
5
5
5
0110
6
6
6
0111
7
7
7
1000

8
8
1001

9
9
1010

10
10
1011

11
11
1100

12
12
1101

13
13
1110

14
14
1111

15
15


No comments :

Post a Comment